MENJADI JUARA TAK MENGENAL USIA

1 tahun yang lalu

Di balik kepolosannya yang merupakan peserta termuda diantara 69 peserta lainnya, Muhammad Fahri Adib Kamali nama lengkapnya, namun biasa dipanggil AFA yang pada awalnya sangat pesemis dalam ajang perlombaan yang cukup bergengsi bertaraf provinsi Jawa Timur dan Bali ini alhamdulillah mampu membawa nama Almamater Pondok Pesantren Al-Bidayah di panggil oleh para dewan juri sebagai salah satu pesantren yang menduduki peringkat dari 6 juara yang telah ditentukan, tepatnya juara 2 Murni dari 6 finalis lainnya .. Santri yang satu ini selain merupakan santri PonPes Al-Bidayah juga merupakan siswa dari sekolah MTs Negeri 1 Jember yang masih duduk di kelas 3.

Kegiatan kesehariannya dalam belajar, jika diukur dalam kurun waktu keumuman dengan pondok salaf pastinya sangat kalah jauh, karena Si Afa selain mengaji di Pesantren ia mulai pagi sampai sore harus menghabiskan waktu di sekolahannya untuk mengikuti kegiatan belajar formal di sekolah.

Namun, kenapa ia bisa ? 
Karena ia telah di dasari dengan Metode Al-Bidayah yang telah ia hafal dan khatamkan selama 6 bulanan semenjak ia mondok di Pesantren Al-Bidayah .

Metode ini sebenarnya lagi-lagi menjelaskan kepada kita dengan bukti yang autentik, bahwa Metode Al-Bidayah merupakan metode yang mudah untuk dipahami oleh semua kalangan baik anak-anak maupun dewasa karena skema yang ada di dalamnya cukup simpel dan bahasa digunakan mudah untuk dicerna oleh pembaca pemula. Metode ini juga mampu membawa para peserta didik juara di berbagai ajang lomba bergensi baik di tingkat Kabupaten atau kota, Provinsi, maupun Nasional. Menariknya, waktu yg dimiliki santri saat belajar di pesantren al-Bidayah secara formal cukup terbatas, yakni hanya 3 jam setiap harinya, tetapi mampu mengukir prestasi dan menjadi juara.

Kurang lebihnya demikian, sekali lagi selamat kepada Kang Afa yang telah menjuarai Musabaqoh Hifdzul Nadhom Imriti tingkat Provinsi Jawa Timur dan Bali dengan perolehan juara 2 Murni yang di adakan oleh PP Darusallam Blokagung dalam acara memperingati haul masyayikh ponpes terbesar di Banyuwangi ini. 

Kontributor:AH. Mubarok

 

METODE AL-BIDAYAH

Jembatan Ngaji Kitab Kuning Untuk Para Pemula