MENYUSUN KURIKULUM MA'HAD LINGKUNGAN MTS DAN MA SEJATIM, KEMENAG LIBATKAN METODE AL-BIDAYAH

1 tahun yang lalu

Demi memberikan pengajaran yg terbaik bagi para peserta didik yg berada di lingkungan MTs dan Aliyah, Kemenag Jawa Timur menggelar workshop penyusunan kurikulum ma'had pada MTs dan MA seJawa Timur. Acara yg diselenggaran di Hotel Aria Centra Surabaya tersebut dihadiri oleh perwakilan utusan dari masing-masing kabupaten seJawa Timur. 

Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Jatim meminta kepada Penggagasan Metode Al-Bidayah untuk turut serta membagi pengalaman dan sharing terkait dengan penyusunan kurikulum di lingkungan MTs dan MA menyangkut kajian kitab kuning. Acara yg digelar sejak tanggal 23 hingga 26 Juli 2019 tersebut diharapkan mampu merumuskan kurikulum MTs maupun MA yg berada di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Banyak peserta yg mengeluhkan waktu yg sangat kurang untuk bisa mengoptimalkan pembelajaran bahasa Arab atau kitab kuning di sekolah. Oleh karena itu, salah satu rekomendasi dari Dr. H. Abdul Haris, M.Ag selaku penggagas Metode Al-Bidayah atas terbatasnya waktu yg dimiliki adalah mengikuti tradisi pesantren, yakni mata pelajaran agama semua diupayakan menggunakan bahasa Arab, baik dalam mata pelajaran bahasa Arab, fikih, akidah akhlak, sejarah, dll. Karena interaksi dengan bahasa Arab yang sering akan membuat para siswa memungkinkan memiliki koleksi kosa kata (mufradat) yang lumayan sehingga potensi untuk bisa membaca kitab dan ahli bahasa Arab lebih besar. Papar beliau dalam sesi tanya jawab dalam acara tersebut.