ISTILAH DLAMIR DAN MACAM-MACAMNYA

Dalam gramatikal bahasa Arab, istilah “dlamir” tidak melulu diarahkan pada pengertian “kata ganti” dari isim Dhahir, baik mewakili mutakallim, mukhatab maupun ghaib. Istilah “dlamir” ada kalanya memang didefinisikan demikian, akan tetapi ada kalanya didefinisikan dengan pengertian yang lainnya.
Dalam skala yang lebih luas, ada 3 istilah “dlamir” yang sering digunakan, yaitu: 1) isim dlamir, 2) dlamir sya’n dan 3) dlamir fashl.
1. Isim dlamir (الْاسْمُ الضَّمِيْرُ)
Istilah isim dlamir merupakan istilah yang biasa dikenal dan merujuk pada pengertian “kata ganti” yang secara umum menggantikan posisi orang yang berbicara(mutakallim), orang yang diajak bicara(mukhatab), dan menggantikan posisi orang atau sesuatu yang dibicarakan (gha’ib).
Contoh:
- Mutakallim : أَنَا
- Mukhatab : أَنْتَ
- Gha’ib : هُوَ
2. Dlamir sya’n (ضَمِيْرُ الشَّأْنِ)
yaitu dlamir yang mendahului sebuah jumlah. Dlamir ini pada umumnya dikenal dengan dlamir yang tidak memiliki marji’al-dlamir, meskipun berbentuk ghaib. Pada umumnya dlamir ini tertulis dalam bentuk ghaib, bisa jadi mudzakkar atau muannats. Sebenarnya dlamir ini dijelaskan oleh jumlah yang jatuh sesudahnya.
Contoh:
- قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ
Artinya: “katakanlah (wahai Muhammad): "Dia-lah Allah, yang Maha Esa”.
(Lafadz هُوَ adalah dlamir sya’n karena jatuh mendahului jumlah dan tidak memiliki marji’ al-dlamir).
- وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًا
Artinya: “dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadah), hampir saja jin-jin itu berdesakan mengerumuninya”.
(Lafadz هُ adalah dlamir sya’n karena jatuh mendahului jumlah dan tidak memiliki marji’ al-dlamir).
- فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِي فِي الصُّدُوْرِ
Artinya: “Karena Sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.
(Lafadz هَا adalah dlamir sya’n karena jatuh mendahului jumlah dan tidak memiliki marji’ al-dlamir).
3. Dlamir fashl (ضَمِيْرُ الْفَصْلِ)
yaitu dlamir yang berfungsi sebagai pemisah antara mubtada’ dan khabarnya. Dlamir ini menegaskan bahwa yang jatuh sesudahnya pasti berkedudukan sebagai khabar. Dlamir fashl ini termasuk dalam kategori huruf oleh sebab itu tidak memiliki hukum i’rab.
Contoh:
- الْكَلَامُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ
Artinya: “kalam adalah lafadz yang tersusun”.
(Lafadz هُوَ disebut sebagai dlamirfashl karena menjadi pemisah dan terletak di antara mubtada’ dan khabar. Karena ditentukan sebagai dlamirfashl, maka ia termasuk dalam kategori huruf yang tidak memiliki kedudukan i’rab).
- أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
(Lafadz هُمْ disebut sebagai dlamirfashl karena menjadi pemisah dan terletak di antara mubtada’ dan khabar. Karena ditentukan sebagai dlamir fashl, maka ia termasuk dalam kategori huruf yang tidak memiliki kedudukan i’rab).
_________ Sumber : www.albidayahjember.com _________
𝗣𝗲𝗿𝗶𝗵𝗮𝗹 𝗜𝗻𝗳𝗼 𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝐌𝐞𝐭𝐨𝐝𝐞 𝐀𝐥 𝐁𝐢𝐝𝐚𝐲𝐚𝐡, 𝗰𝗲𝗸 𝗹𝗶𝗻𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝘂𝘁 : https://yubi.id/metodealbidayah