MENGENAL MACAM-MACAM ALIF DALAM ILMU NAHWU

Huruf alif di dalam bahasa Arab merupakan huruf yang memiliki multipredikat, dan dari sekian predikat yang disandangnya, masing-masing memiliki konsekuensi tersendiri, baik dari segi penyikapannya dalam i’rab maupun pengaruhnya terhadap kesimpulan murad. Olehnya, dirasa perlu ada penjelasan sebagai rambu-rambu untuk membedakan antara satu dengan yang lain.
Dalam gramatikal bahasa Arab, minimal ada lima alif yang dikenal, yaitu :
1. Alif Tatsniyah
Alif Tatsniyah berkategori isim, sehingga ia memiliki kedudukan i’rab, yaitu rafa’, baik sebagai fa’il atau naib al-fa’il. Alif ini selalu terdapat atau bersambung dengan kalimah fi’il, baik fi’il madli, mudlari’ atau fi’il amar. Contoh: نَصَرَا (fi’il madli), يَنْصُرَانِ (fi’il mudlari) dan اُنْصُرَا (fi’il amar). Semua alif yang terdapat di dalam contoh ini berkategori isim, yaitu dlamir bariz muttashil marfu’.
2. Alif Tanda I’rab
Alif Tanda I’rab berkategori huruf, sehingga ia tidak memiliki kedudukan I’rab. Alif ini masuk pada kalimah isim. Alif tanda I’rab ini terkadang menunjukkan I’rab rafa’, yaitu ketika masuk pada isim tatsniyah, contoh جَاءَ رَجُلَانِ dan terkadang menunjukkan I’rab nashab, yaitu ketika masuk pada al-asma’ al-khamsah, contoh: رَأَيْتُ اَبَاكَ .
3. Alif Tariqah
Alif fariqah berkategori huruf, sehingga ia tidak memiliki kedudukan I’rab. Alif ini berfungsi untuk membedakan bahwa wawu yang jatuh sebelumnya adalah wawu jama’, bukan yang lain, contoh: نَصَرُوْا.
4. Alif Lazimah
Alif lazimah adalah alif asli (yang pada waktu rafa’, nashab dan jernya tidak mungkin mengalami perubahan) yang terdapat diakhir sebuah kalimah isim yang harakat huruf sebelum akhirnya adalah fathah. Alif ini pada akhirnya akan menjadikan sebuah kalimah isim disebut sebagai isim maqshur yang semua i’rabnya (rafa’, nashab dan jer) bersifat taqdiriy. Contoh مُوْسَى .
5. Alif isyba’
Alif isyba’ adalah alif yang muncul akibat dari ithalat al-harakat (pemanjangan harakat). Pemanjangan harakat fathah memunculkan alif isyba’, pemanjangan harakat kasrah memunculkan ya’ isyba’ dan pemanjangan harakat dlammah memunculkan wawu isyba’. Alif isyba’ seringkali terjadi dalam konteks syi’ir atau nadham. Contoh:
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ قَدْ وَفَّقَا * لِلْعِلْمِ خَيْرِ خَلْقِهِ وَلِلتُّقَى
Alif yang terdapat dalam lafadzوَفَّقَا bukan merupakan alif tatsniyah, tapi alif isyba’ yang terlahir dari pemanjangan harakat fathah huruf qaf (ق) pada lafadz وَفَّقَ (yang merupakan akhir dari paruh bait yang pertama) dalam rangka menyesuaikan dengan lafadz وَلِلتُّقَى (yang merupakan akhir paruh bait yang kedua).
_________ Sumber : www.albidayahjember.com _________
𝗣𝗲𝗿𝗶𝗵𝗮𝗹 𝗜𝗻𝗳𝗼 𝗹𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝐌𝐞𝐭𝐨𝐝𝐞 𝐀𝐥 𝐁𝐢𝐝𝐚𝐲𝐚𝐡, 𝗰𝗲𝗸 𝗹𝗶𝗻𝗸 𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝘂𝘁 : https://yubi.id/metodealbidayah